Langsung ke konten utama

Standar Operasional Prosedur (SOP)

  SOP pada saat melakukan praktikum.
  1. Siswa tidak dibenarkan masuk kedalam Lab tanpa izin Guru Pembimbing.
  2. Siswa masuk Laboratorium diwajibkan memakai sepatu.
  3. Siswa masuk Laboratorium tidak dibenarkan membawa makanan.
  4. Siswa diwajibkan menempati tempat yang sudah ditentukan sesuai kelompok kerja.
  5. Alat dan bahan yang digunakan sesuai dengan petunjuk Praktikum.
  6. Jika ada alat-alat yang rusak siswa segera melaporkan kepada guru pembimbing.
  7. Jika terjadi kecelakaan dalam Praktikum segera melaporkan kepada guru pembimbing.
  8. Setelah melakukan Praktikum siswa harus mengembalikan Alat/bahan ketempat semula dalam keadaan bersih.
  9.  Laboratorium harus dalam keadaan bersih setelah selesai kegiatan
  10.  Kerusakan atau kehilangan alat terjadi akibat kelalaian siswa, siswa atau kelompok kerjanya harus menggantinya.
  11. Siswa yang tidak mengindahkan tata tertib dapat diberi sangsi /dikeluarkan dari Laboratorium.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

LAPORAN PERCOBAAN ATWOOD

PESAWAT ATWOOD I.                KONDISI LABORATORIUM Kondisi Awal Praktikum Akhir Praktikum Temperatur (24,3 ± 0,5) ⁰ C (23,8 ± 0,5) ⁰ C Kelembapan (71,9 ± 0,5) % (55,6 ± 0,5) % II.             TUJUAN 1.          Mampu memahami hukum Newton dalam konsep kinematika dengan penerapannya. 2.          Memperlihatkan berlakunya hukum Newton dan menghitung memen inersia katrol. III.          ALAT DAN BAHAN 1.          Pesawat atwood 2.          Stopwatch 3.          Neraca Ohauss 4.          Satu set massa beban tambahan m 1 , m 2 , m 3 ...

MODEL-MODEL PTK

Model-model Penelitian Tindakan Kelas Ada beberapa model PTK yang sampai saat ini sering digunakan di dalam dunia pendidikan, di antaranya: (1) Model Kurt Lewin, (2) Model Kemmis dan Mc Taggart, (3) Model John Elliot, dan (4) Model Dave Ebbutt. 1.Model Kurt Lewin Di depan sudah disebutnya bahwa PTK pertama kali diperkenalkan oleh Kurt Lewin pada tahun 1946. konsep inti PTK yang diperkenalkan oleh Kurt Lewin ialah bahwa dalam satu siklus terdiri dari empat langkah, yaitu: (1) Perencanaan ( planning), (2) aksi atau tindakan (acting), (3) Observasi (observing), dan (4) refleksi (reflecting) (Lewin, 1990). Sementara itu, empat langkah dalam satu siklus yang dikemukakan oleh Kurt Lewin tersebut oleh Ernest T. Stringer dielaborasi lagi menjadi: (1) Perencanaan (planning), (2) Pelaksanaan (implementing), dan (3) Penilaian (evaluating) (Ernest, 1996). 2.Model John Elliot; Apabila dibandingkan dua model yang sudah diutarakan di atas, yaitu Model Kurt Lewin dan Kemmis-M...