Langsung ke konten utama

katalog

KATALOG Alat-alat ukur

Perbandingan katalog jangka sorong Merk A dan Merk B :
KATALOG
MERK A(analog)
MERK B (digital)
NILAI PEDAGOGIK
Menggunakan jangka sorong jenis analog persentase kesalahan nya lebih besar karena bisa karena pengamat yang kurang teliti didalam melihat skala nonius dan skala utama
Tapi dengan menggunakan jangka sorong digial itu persentase nya akan lebih kecil karena hasil pengukuran sudah tertera langsung .
DAYA GUNA
Jangka sorong ini dapat digunakan untuk mengukur benda yang sangat tipis sekalipun seperti contoh nya silet,kertas.
Jangka sorong ini dapat digunakan untuk mengukur benda yang sangat tipis sekalipun seperti contoh nya silet,kertas
STRUKTUR ALAT
Struktur alat rapi  
Struktur alat sangat rapi dan dilengkapi warna yang diinginkan
KETELITIAN
Ketelitian 0,05mm
Katelitian 0,01mm
BAHAN ALAT
Terbuat  Dari logam besi kualitas menengah
Terbuat Dari loga besi kuat kualitas terbaik
UKURAN
40cm
40cm
BENTUK ALAT
/data/data/com.infraware.PolarisOfficeStdForTablet/files/.polaris_temp/image1.jpeg
/data/data/com.infraware.PolarisOfficeStdForTablet/files/.polaris_temp/image2.png
NILAI REPARASI
Alat ini juga mudah diperbaiki apabila terjadi kerusakan yang serius
Alat jenis ini juga bisa diperbaiki apabila rusak,tetapi agak rumit karena alat ini berbentuk digital
KEPRAKTISAN BAWA
Ukuran nya yang minimalis membuat jangka sorong ini mudah dibawa kemana mana
Ukuran nya pas untuk dibawa kemanapun ,simple.
KESELAMATAN
Jangka sorong ini bagian ujung nya tajam apabila tidak hati hati dalam melihat skala maka akan terjadi kecelakaan  
Jangka sorong ini ujung nya juga tajam tetapi karena ini jangka sorong  digital jadi pengamat tidak perlu
memutar mutar skala dalam pengamatan karena hasilnya sudah ada ditampilkan,jadi resiko kecelakaan nyapun akan lebih kecil  
HARGA
RP.800.000
RP.1.150.000
Berdasarkan perbandingan katalog diatas jangka sorong yang dianjur kan dibeli adalah jangka sorong digital atau bermerk B
Karena jangka sorong ini lebih praktis,menarik,dan tahan lama,dan jika terjadi kerusakan bisa diperbaiki mengingat teknologi saaty ini sudah sangat maju, dan jangka sorong jenis ini juga bisa dibawa kemana mana dan aman digunakan
Sedangkan jangka sorong jrnis analog, memang harga nya lebih murah tetapi resiko kecelakaan alat ini lebih besar karena kita melihat skala nonius dan skala utama secara langsung,otomatis kita lebih jkepada memegang alat dan mengotak atik alat, sedangkan kita tau pada jangka sorong terdapat beberapa bagian yang tajam

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MODEL-MODEL PTK

Model-model Penelitian Tindakan Kelas Ada beberapa model PTK yang sampai saat ini sering digunakan di dalam dunia pendidikan, di antaranya: (1) Model Kurt Lewin, (2) Model Kemmis dan Mc Taggart, (3) Model John Elliot, dan (4) Model Dave Ebbutt. 1.Model Kurt Lewin Di depan sudah disebutnya bahwa PTK pertama kali diperkenalkan oleh Kurt Lewin pada tahun 1946. konsep inti PTK yang diperkenalkan oleh Kurt Lewin ialah bahwa dalam satu siklus terdiri dari empat langkah, yaitu: (1) Perencanaan ( planning), (2) aksi atau tindakan (acting), (3) Observasi (observing), dan (4) refleksi (reflecting) (Lewin, 1990). Sementara itu, empat langkah dalam satu siklus yang dikemukakan oleh Kurt Lewin tersebut oleh Ernest T. Stringer dielaborasi lagi menjadi: (1) Perencanaan (planning), (2) Pelaksanaan (implementing), dan (3) Penilaian (evaluating) (Ernest, 1996). 2.Model John Elliot; Apabila dibandingkan dua model yang sudah diutarakan di atas, yaitu Model Kurt Lewin dan Kemmis-M...

LAPORAN PERCOBAAN ATWOOD

PESAWAT ATWOOD I.                KONDISI LABORATORIUM Kondisi Awal Praktikum Akhir Praktikum Temperatur (24,3 ± 0,5) ⁰ C (23,8 ± 0,5) ⁰ C Kelembapan (71,9 ± 0,5) % (55,6 ± 0,5) % II.             TUJUAN 1.          Mampu memahami hukum Newton dalam konsep kinematika dengan penerapannya. 2.          Memperlihatkan berlakunya hukum Newton dan menghitung memen inersia katrol. III.          ALAT DAN BAHAN 1.          Pesawat atwood 2.          Stopwatch 3.          Neraca Ohauss 4.          Satu set massa beban tambahan m 1 , m 2 , m 3 ...