Langsung ke konten utama

Defenisi PTK Menurut beberapa ahli


Menurut beberapa ahli, penelitian tindakan kelas didefinisikan sebagai berikut:
1. SISWOJO HARJODIPURO
Memaknai penelitian tindakan kelas sebagai pendorong seorang guru untuk lebih memerhatikan praktik mengajarnya agar menjadi lebih kritis dan bersedia memperbaikinya atau melakukan perubahan demi kualitas pendidikan yang lebih baik
2. JOHN ELLIOT (1982)
Mendefinisikan penelitian tindakan kelas adalah sebuah kajian mengenai suatu permasalahan sosial yang dilakukan untuk meningkatkan unsur tindakan di dalamnya yang dimana semua prosesnya berpengaruh dan diperlukan sebagai bahan evaluasi untuk berkembang ke arah profesional
3. KEMMIS DAN TAGGART (1988)
Keduanya berpendapat bahwa penelitian tindakan kelas adalah bentuk refleksi diri secara kolektif terhadap sebuah situasi sosial guna meningkatkan penalaran dan keadilan dalam situasi di tempat dilakukannya penelitian tindakan tersebut
4. CARR DAN KEMMIS DALAM SISWOJO HARJODIPURO (1997)
Mengembangkan dari pendapat Kemmis dan Taggart (1998) yaitu yang melakukan refleksi diri adalah partisipan yang terdiri dari guru, murid, maupun kepala sekolah. Situasi sosial yang dimaksud adalah dalam bidang pendidikan guna memperbaiki rasionalitas serta kebenaran terkait praktik pendidikan yang dilakukan sendiri, pengertian mengenai praktik tersebut, hingga situasi tempat dilaksanakannya praktik.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

MODEL-MODEL PTK

Model-model Penelitian Tindakan Kelas Ada beberapa model PTK yang sampai saat ini sering digunakan di dalam dunia pendidikan, di antaranya: (1) Model Kurt Lewin, (2) Model Kemmis dan Mc Taggart, (3) Model John Elliot, dan (4) Model Dave Ebbutt. 1.Model Kurt Lewin Di depan sudah disebutnya bahwa PTK pertama kali diperkenalkan oleh Kurt Lewin pada tahun 1946. konsep inti PTK yang diperkenalkan oleh Kurt Lewin ialah bahwa dalam satu siklus terdiri dari empat langkah, yaitu: (1) Perencanaan ( planning), (2) aksi atau tindakan (acting), (3) Observasi (observing), dan (4) refleksi (reflecting) (Lewin, 1990). Sementara itu, empat langkah dalam satu siklus yang dikemukakan oleh Kurt Lewin tersebut oleh Ernest T. Stringer dielaborasi lagi menjadi: (1) Perencanaan (planning), (2) Pelaksanaan (implementing), dan (3) Penilaian (evaluating) (Ernest, 1996). 2.Model John Elliot; Apabila dibandingkan dua model yang sudah diutarakan di atas, yaitu Model Kurt Lewin dan Kemmis-M...

LAPORAN PERCOBAAN ATWOOD

PESAWAT ATWOOD I.                KONDISI LABORATORIUM Kondisi Awal Praktikum Akhir Praktikum Temperatur (24,3 ± 0,5) ⁰ C (23,8 ± 0,5) ⁰ C Kelembapan (71,9 ± 0,5) % (55,6 ± 0,5) % II.             TUJUAN 1.          Mampu memahami hukum Newton dalam konsep kinematika dengan penerapannya. 2.          Memperlihatkan berlakunya hukum Newton dan menghitung memen inersia katrol. III.          ALAT DAN BAHAN 1.          Pesawat atwood 2.          Stopwatch 3.          Neraca Ohauss 4.          Satu set massa beban tambahan m 1 , m 2 , m 3 ...

katalog

KATALOG Alat-alat ukur Perbandingan katalog jangka sorong Merk A dan Merk B : KATALOG MERK A(analog) MERK B (digital) NILAI PEDAGOGIK Menggunakan jangka sorong jenis analog persentase kesalahan nya lebih besar karena bisa karena pengamat yang kurang teliti didalam melihat skala nonius dan skala utama Tapi dengan menggunakan jangka sorong digial itu persentase nya akan lebih kecil karena hasil pengukuran sudah tertera langsung . DAYA GUNA Jangka sorong ini dapat digunakan untuk mengukur benda yang sangat tipis sekalipun seperti contoh nya silet,kertas. Jangka sorong ini dapat digunakan untuk mengukur benda yang sangat tipis sekalipun seperti contoh nya silet,kertas STRUKTUR ALAT Struktur alat rapi   Struktur alat sangat rapi dan dilengkapi warna yang diinginkan KETELITIAN Ketelitian 0,05mm Katelitian 0,01mm BAHAN ALAT Terbuat  Dari logam besi kualitas menengah Terbuat Dari loga besi kuat kualitas terbaik UKURAN 40cm 4...